KOLABORASI FINTECH DAN BANK JADI SOLUSI UMKM

"Namun, pengawasan pelaksanaan aturan masih perlu untuk lebih maksimal. Hal ini karena dari peluang akan kerja sama tersebut, masih sangat besar," - Dianta Sebayang (Dewan Pakar Institute of Social Economic and Digital (ISED))

Share : 04 March 2020

Kolaborasi antara perbankan dengan fintech dinilai menjadi penghubung dan solusi bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dewan Pakar Institute of Social Economic and Digital (ISED) Dianta Sebayang mengatakan penyaluran dana melalui fintech lebih mudah dan cepat, baik secara adminitrasi maupun waktu, dibandingkan dengan hanya melalui perbankan.

"Namun, pengawasan pelaksanaan aturan masih perlu untuk lebih maksimal. Hal ini karena dari peluang akan kerja sama tersebut, masih sangat besar," ungkapnya saat dihubungi, Selasa, (3/3).

Dia mengatakan sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mengeluarkan aturan tentang perusahaan pembiayaan kerjasama fintech dengan multifinance, yaitu melalui pembiayaan penerusan (channeling) dan pembiayaan bersama (join financing). Kemudian, pihak literasi keuangan digital tetap harus dipupuk, sehingga ke depan hal tersebut tidak menjadi hambatan dari kolaborasi keduanya.

Menurut data We Are Social 2019, masyarakat yang memiliki akun di institusi finansial berada di angka 49 persen dan pengguna mobil banking menginjak 61 persen.

"Bisa dikatakan literasi digital masih belum maksimal. Terutama literasi digital bagi pelaku UMKM, khususnya terkait dengan mekanisme pinjam minjam dari sisi pemberi dan peminjam," jelasnya.

Sementara itu, Dianta melihat bahwa terdapat kolaborasi fintech dengan bank daerah masih belum terlalu menguntungkan bagi bank daerah. Terlebih, akses fintech tidak dibatasi oleh wilayah, berbeda dengan bank daerah.

Dia mengatakan bahwa secara keseluruhan fintech idealnya masih akan fokus kepada perkotaan, karena literasi digital dan literasi perbankan di kota lebih baik untuk mengantisipasi gejolak sosial sembari terus melalukan literasi ke daerah rural.

 

Pewarta: Akbar Evandivo

 

COPYRIGHT © BISNIS INDONESIA



Sumber : teknologi.bisnis.com

"Namun, pengawasan pelaksanaan aturan masih perlu untuk lebih maksimal. Hal ini karena dari peluang akan kerja sama tersebut, masih sangat besar," - Dianta Sebayang (Dewan Pakar Institute of Social Economic and Digital (ISED))