LPDB SIAP DUKUNG LAHIRNYA WIRAUSAHA BARU

Harian Kompas

Share : 13 December 2018
Akses pembiayaan menjadi kendala utama dalam membangun usaha baru, di samping masalah sumber daya manusia (SDM), produksi, dan pemasaran. Untuk itu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM (LPDB-KUMKM) mendukung lahirnya entrepreneur atau wirausaha pemula melalui pemberian modal usaha. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo dalam Kapal Kerja Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (Hipmi PT) di Jakarta.
 
LPDB siap mendukung melalui akses pembiayaan dengan (bunga rendah. Asalkan dari sisi legalitas sudah terpenuhi, apakah usahanya berbentuk PT atau CV, bisa langsung mengajukan. Jika aspek legalnya belum terpenuhi bisa dijembatani lembaga seperti koperasi," ujar Braman Setyo.
 
Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia dan Direktur Ulama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengenai Pemberian fasilitas Permodalan dalam Bentuk Pinjaman/ Pembiayaan kepada Pelaku Usaha Anggota/ Mitra Hipmi.
 
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia. Turut hadir, antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarlo. Ketua M PK Zulkifli Hasan, dan Rektor Hipmi PT Said Aldi Al Idrus.
 
Strategi
 
Braman mengatakan, pemerintah memiliki beberapa strategi dai ani meningkatkan akses permodalan koperasi dan UMKM, mulai dari yang berbentuk bantuan sosial (bansos) pemerintah dengan nilai maksimum Rp 13 juta hingga modal berbentuk pinjaman/pembiayaan model direct maupun two step loan dengan nilai maksimum Rp 10 miliar. Di luar itu adalah pinjaman melalui perbankan/komersial.
 
Lebih lanjut, Braman menambahkan tingkat inflasi Indonesia per November 2018 berada di kisaran 3,23 persen. Hal ini menunjukkan pergerakan harga yang relatif stabil. Stabilitas ini yang selanjutnya berpengaruh dalam penentuan suku bunga di bawah 10 persen dan bunga LPDB-KUMKM di bawah persen. "Kebijakan pemerintah ini berarti pro rakyat. Kemiskinan dan pengangguran turun," tutur
Braman.
 
Dia berharap, dengan adanya kemudahan akses permodalan dari LPDB-KUMKM, jumlah pengusaha Indonesia akan terus meningkat. Saat ini, menurut standar Bank Dunia, merujuk pada angka populasi penduduk, jumlah wirausaha Indonesia masih kecil. Bank Dunia mematok jumlah ideal pengusaha di suatu negara sebesar 4 persen, sedangkan di Indonesia baru 1,6 persen. (ADV/*] 



Sumber : Harian Kompas

Melanie
VPN Delivers Freedom, Protection & Fast, Uninterrupted Speeds Steer clear of hackers with protection from a VPN STOP Paying Monthly for Your VPN - Get A lifetime subscription and Never Pay Again http://bit.ly/2V69WsV

Harian Kompas