PELAKU UMKM DI TANGERANG DIFASILITASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

PELAKU UMKM DI TANGERANG DIFASILITASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Share : 05 April 2019

 

Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang kini bisa bernafas lega.

Pasalnya mereka telah mendapatkan legalitas terhadap usahanya.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) memfasilitasi para pelaku UMKM binaan Pemerintah Kota Tangerang ini.

Selain memberikan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang ekonomi kreatif kepada Kementerian Hukum dan Ham, Bekraf juga memberikan sosialisasi terkait pentingnya legalitas tersebut.

Sosialiasai ini digelar di Ballroom Hotel Novotel, Kota Tangerang, Kamis (4/4/2019).

Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf, Ari Juliano Gema menjelaskan jajarannya terus mendorong pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk tumbuh dengan baik.

Dengan harapan dapat menggantikan pengeluaran negara melalui minyak dan gas (migas).

Sebab, bangsa Indonesia sudah tidak bisa lagi menggantungkan kehidupannya dalam migas lantaran persediaannya kian menipis.

"Pelaku ekonomi kreatif adalah sumber ekonomi baru karena sumbernya adalah sumber daya manusia. Itu lah kemudian mereka menghasilkan produk dan produknya harus dilindungi HKI," ujar Ari.

Ia menyebut para ekonomi kreatif sangat penting memiliki legalitas HKI untuk melindungi usahanya dalam bidang hukum dan memiliki nilai jual terhadap produknya.

Sebab menurutnya produk tanpa HKI hanya sebatas komoditas.

Ari menganalogikan produk usaha kopi tanpa logo hanya dibanderol dengan harga terjangkau dibanding produk kopi yang memiliki legalitas HKI yang tentu lebih memiliki nilai jual.

Padahal, produknya sama - sama kopi.

"Misalnya nih kopi, yang tidak ada logonya itu harganya cuma Rp15 ribu. Kalau Starbucks Rp 45 ribu. Padahal isinya sama - sama kopi tapi kenapa nilainya berbeda. Makanya inilah HKI yang bisa dapat nilai tambah, bukan hanya terlindungi secara hukum tapi juga punya identitas yang baik," ucapnya.

Ari mengatakan pelaku usaha yang terdaftar dalam HKI sangat sedikit.

Berdasarkan data Bekraf, dari 8,2 juta pelaku usaha, hanya 11 persen yang memiliki legalitas HKI.

Kendala yang membuat minimnya angka legalitas HKI ini karena para pelaku usaha tidak memahami HKI.

Mereka kesulitan untuk mengurusnya dan menanam aggapan bahwa biaya daftar HKI adalah beban.

"Ini suatu bentuk perhatian kita dengan memberikan fasilitasi dan sosialisasi. Supaya mereka menyadari agar kedepan harus paham bahwa biaya pengeluaran HKI itu bukan beban tapi investasi," kata Ari.

Ia mengaku fasilitasi HKI oleh Bekraf ini telah diselenggarakan selama tiga kali dalam tiga tahun.

Tahun pertama sudah memfasilitasi sebanyak 800 pelaku usaha, tahun kedua 1.000 pelaku usaha dan tahun ini ditargetkan 620 pelaku usaha yang terdaftar dalam HKI.

"Ini sepenuhnya dibiayai Bekraf yang fasilitasnya mencakup dua hal yaitu administrasi dan finansial. Jadi semuanya ditanggung negara bahwa mereka urus ini gratis. Biasanya biaya HKI itu Rp. 2 juta, kalau pelaku UKM biayanya sekitar Rp. 600 ribu," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang, Sayuti menyambut baik fasilitasi ini dalam mengembangkan aktivitas UKM di Kota Tangerang.

Berdasarkan data, terdapat 11 ribu pelaku UMKM dan sekitar 7 ribu sampai 8 ribu pedagang kaki lima di Kota Tangerang.

Dari data tersebut, pelaku ekonomi kreatif sebanyak 5 ribu. Sementara yang terdaftar dalam HKI hanya 120 pelaku usaha.

"Kalau lihat HKI memang masih sedikit dan perlu waktu untuk menyelesaikannya. Yang dilaksanakan Bekraf ini pun bisa mengurangi beban kami. Jadi kalau ditambah hari ini jika lulus HKI ada 200 pelaku usaha yang terdaftar," tutur Sayuti.

Menurut Sayuti, sesungguhnya konsumen lebih berminat dengan produk yang dilengkapi label Halal.

Oleh karena itu, ia juga mendorong Bekraf bahwa selain memfasilitasi HKI, juga memfasilitasi label Halal bagi pelaku usaha.

"Konsumen lebih memilih produk yang ada halalnya, maka kami juga mendorong hal ini. Semoga melalui legalitas HKI ini menjadi bahan untuk teman - teman lebih kreatif lagi," paparnya

 



Sumber : wartakota.tribunnews.com

PELAKU UMKM DI TANGERANG DIFASILITASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL