PEMASARAN ANDALKAN APLIKASI E-UMKM

PEMASARAN ANDALKAN APLIKASI E-UMKM

Share : 11 June 2019

 

PEMASARAN produk batik asal Kabupaten Klaten bakal dilakukan lewat e-commerce. Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop U KM) Klaten berencana meluncurkan aplikasi e-UMKM, tahun ini. Nantinya, seluruh transaksi produk dari 11 klaster UKM, termasuk batik bisa diakses dengan aplikasi tersebut.

"Batik kan bagian dari klaster yang kami miliki, sehingga perlu diperkuat. Selama ini diikutkan dalam pameran sebagai media promosinya. Tetapi tahun ini, kami akan kembangkan pemasaran produk UMKM secara onlirie? jelas Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UKM, Disdagkop UKM Klaten Wahyu Hariadi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sebelumnya, lanjut Wahyu, pihaknya telah memfasilitasi pelatihan pemasaran sccara online kepada perajin batik. Mulai dari pelatihan pembuatan website, hingga pemanfaatan media sosial untuk promosi dan penjualan. Tetapi tahun ini, akan dikosentrasikan pada pengem bangan pemasaran melalui aplikasi e-UMKM.

Saat ini sedang dilakukan pendataan UMKM yang tersebar di seluruh kecamatan. Mereka berasal dari berbagai klaster, mulai dari batik, lurik, hingga olahan makanan. Ditargetkan Juli mendatang, pendataan rampung. Dilanjutkan input data ke dalam aplikasi.

"Jadi arahnya, bisa diakses seluruh dunia ketika mencari berbagai produk UMKM asal Klaten. Nantinya juga bisa di unduh di Playstore. Di dalamnya hanya berisi para pelaku usaha yang berasal Klaten saja. Dari luar daerah tidak bisa masuk," bebernya.

Wahyu optimistis, strategi pemasaran yang akan diterapkan nanii bisa mendongkrak penjualan UMKM di Klaten. Termasuk balik pewarna alami asal Kecamatan Bayat yang selama ini sudah dikenal kualitasnya. Harapannya mampu membantu perajin batik dalam mengenalkan hasil produksi ke masyarakat luas, sehingga terjadi transaksi penjualan.

Dalam APBD Perubahan 2019, Wahyu berencana mengajukan pengadaan serivr untuk menampung data UMKM yang dima-sukan dalam aplikasi. Untuk menunjang e-UMKM, diperlukan sarana dan prasarana memadai . Mengingat data yang akan disimpan nantinya berasal dari puluhan ribu UMKM di Klaten.

"Transaksi penjualan batik di Klaten tanpa showroom saja, omzeuiya bisa mencapai Rp 10 miliar. Harapannya batik di Klaten tenis tumbuh dan berkembang. Sekaligus branding motif khas Klaten dapat terwujud. Diperkuat dengan sistem pemasaran yang kami miliki ini," terangnya.

Mendukung pengembangan batik dari sisi pemasaran, dilakukan pengautan daya saing dan inovasi produk. Tahun ini, akan diberikan pelatihan dan pengembangan motif. Khususnya motif khas Klaten yang saat ini masih dalam proses desain.

Perajin batik asal Desa Kebon Marsinah, 55, mengaku kelompoknya rutin mengikuti pameran di berbagai daerali Belum lama ini, mereka sampai ke Jakarta. 'Selain pameran, kami juga membuka showroom di desa. Pembeli bisa datang dan memilih balik sesuai motif yang diinginkan. Termasuk penjualan melalui WhatsApp" ujarnya, (ren/fer)




Sumber : radarsolo.jawapos.com

PEMASARAN ANDALKAN APLIKASI E-UMKM