PROGRAM BANTUAN PRESIDEN PRODUKTIF UNTUK USAHA MIKRO RESMI DILUNCURKAN

PROGRAM BANTUAN PRESIDEN PRODUKTIF UNTUK USAHA MIKRO RESMI DILUNCURKAN

Share : 25 August 2020
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Bantuan Presiden (BanPres) Produktif untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Pandemi COVID-19. Setiap pengusaha mikro dan kecil mendapatkan BanPres sebesar Rp2,4 juta.

Adapun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali ditunjuk pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), untuk menyalurkan BanPres Produktif tersebut.

Senin, 24 Agustus 2020 - 22:02 Peluncuran program BanPres tersebut dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Direktur Utama BNI Herry Sidharta, serta perwakilan penerima bantuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (24/8/2020). Acara ini diikuti juga oleh perwakilan penerima bantuan dari 14 kantor BNI se-Indonesia yang terhubung secara daring.

"Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), BNI dipercaya oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan Bantuan Presiden Produktif bagi pelaku usaha mikro sebesar Rp2.400.000 per orang," ujar Herry Sidharta di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Senin, 24 Agustus 2020 - 15:24 Dia menambahkan, penerima bantuan atau pelaku usaha ini adalah nasabah PNM Mekaar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia Untuk tahap pertama, Kementerian Koperasi dan UKM, bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai lembaga pengusul, menetapkan 316 ribu lebih penerima bantuan pelaku usaha mikro yang disalurkan melalui BNI.

Senin, 24 Agustus 2020 - 13:17 "BNI dipilih menjadi bank penyalur karena mampu menyediakan sistem penyaluran yang terintegrasi dengan baik. Dari pembukaan rekening secara kolektif sampai tahap monitoring pencairan," ujarnya.

BNI juga mampu memberikan kemudahan penerima dalam proses pembuatan rekening (dengan sistem burekol atau buka rekening kolektif). Sehingga para penerima hanya perlu melakukan proses aktivasi rekening sebelum buku tabungan dan kartu debit dapat diambil di outlet BNI.

"Dengan demikian, bantuan dapat segera digunakan untuk kegiatan produktif dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional," jelasnya.

Tempat yang disediakan untuk proses aktivasi rekening ada di semua cabang BNI. Di samping itu, BNI akan menyediakan tempat aktivasi rekening khusus bagi daerah yang berjarak cukup jauh dari cabang BNI terdekat.

BNI turut mempersiapkan dashboard bagi Kementerian Koperasi dan UKM yang dapat dimanfaatkan untuk memantau proses penyaluran secara online dan real time.

Lebih lanjut Herry mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Yang terus memercayai BNI sebagai bank penyalur berbagai program. Seperti program bansos, banpres, dan program subsidi.

"Semua inovasi digitalisasi penyaluran bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan program subsidi tersebut adalah upaya BNI dalam fungsinya sebagai agent of development," jelasnya.

Herry menambahkan, BNI berkewajiban menyukseskan setiap program pemerintah. "Termasuk memastikan semua program bansos, banpres, dan subsidi disalurkan secara nontunai (cashless) serta memenuhi 6T, yaitu tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu dan tepat administrasi," pungkasnya.



Sumber : indopos.co.id

PROGRAM BANTUAN PRESIDEN PRODUKTIF UNTUK USAHA MIKRO RESMI DILUNCURKAN