RESMIKAN SEKTOR UNGGULAN LOGAM DI SOLO, YDBA KOMITMEN KEMBANGKAN UKM

RESMIKAN SEKTOR UNGGULAN LOGAM DI SOLO, YDBA KOMITMEN KEMBANGKAN UKM

Share : 12 September 2019

Kepedulian dunia industri terhadap usaha kecil menengah (UKM) agar lebih mandiri dan punya profesionalitas kerja, terus direalisasikan. Seperti halnya yang dilakukan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), dengan meresmikan sektor unggulan logam di Solo atau yang dikenal dengan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB), pada Selasa (10/9).

"Sektor unggulan logam Solo merupakan sektor unggulan ke-17 yang dikembangkan YDBA. Dengan peresmian cabang YDBA di Solo ini, kami berharap UKM di Solo dapat naik kelas dan dapat memenuhi standar kualitas, dan kebutuhan industri besar. Sebelumnya, YDBA telah mengembangkan 16 sektor unggulan dengan berbagai industri di beberapa daerah," papar Ketua Pembina YDBA, Gita Tiffany Boer, disela meresmikan kantor cabang baru di Solo, kemarin.

Sektor unggulan merupakan program pengembangan UKM yang melibatkan komunitas UKM sejenis. Dengan tujuan mengubah sentra industri tradisional menjadi sentra industri modern yang sesuai dengan standar industri besar.

Pada tahap awal, program sektor unggulan di Solo melibatkan 7 UKM yang bergerak di bidang manufaktur, khususnya jasa machining, plastic injection, dan welding. Proses peresmian Sektor Unggulan Logam Solo ditandai dengan telah ditandatanganinya kesepakatan bersama antara YDBA, UKM Solo, dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang akan berperan sebagai ayah angkat pada program sektor unggulan ini. PT ADM berkomitmen untuk turut serta dalam mengembangkan kapasitas UKM sekaligus memberikan order berupa bar connector dan bracket untuk komponen mesin produksi PT ADM.

"Tujuan besar dari program YDBA ini yaitu bagaimana UKM tersebut berproduksi secara konsisten dan mengikuti standarisasi industri besar. Karena itu kita dibantu PT ADM yang nantinya akan memberikan produk sesuai standar quality cost delivery (QCD) yang cukup tinggi. Ketika para UKM ini mampu memenuhi standarisasi QCD secara konsisten dalam jumlah besar, maka besar kemungkinan akan bisa masuk sebagai supplay chain Astra," jelas Henry C. Widjaja selaku Ketua Pengurus YDBA.

Pada kesempatan tersebut, jajaran YDBA berkesempatan mengunjungi dua UKM Pilot yang telah mendapatkan program pelatihan dan pendampingan basic mentality serta 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin). Yaitu di UKM Kurnia Teknik Solo milik Sarwoko dan UKM Widya Jaya Teknika.

Melalui pendampingan yang dilakukan dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan, para UKM pilot melakukan transformasi untuk menjadi lebih rapi dan meningkatkan produktivitas karyawan dengan mengubah penataan tempat usaha mereka sesuai dengan arahan instruktur YDBA.

"Kami berharap agar peresmian cabang YDBA di Solo dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat sekitarnya. YDBA berfokus pada pengembangan UKM di Indonesia, berbagai program seperti pelatihan, pendampingan, fasilitasi pasar dan fasilitasi pembiayaan. Tujuannya tak lain untuk memandirikan UKM di Indonesia. Sehingga, misi Astra untuk dapat sejahtera bersama bangsa dapat terwujud," jelas Henry.

Hingga Desember 2018, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 10.894 UMKM. YDBA secara tidak langsung juga telah menciptakan 68.030 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya. Termasuk untuk pemuda putus sekolah, YDBA telah melatih 734 pemuda putus sekolah menjadi mekanik.

 



Sumber : sinikini.com

RESMIKAN SEKTOR UNGGULAN LOGAM DI SOLO, YDBA KOMITMEN KEMBANGKAN UKM