UMKM RAUP RATUSAN JUTA

UMKM RAUP RATUSAN JUTA

Share : 13 June 2019

Ramaikan Jalur Mudik Dan Lokasi Oleh-oleh

Perjalanan mudik Lebaran di sepanjang jalur Tol Trans Jawa dan Sumatera, diramaikan dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjajakan produknya. Pembangunan jalur tol tersebut nyatanya membantu pelaku UMKM tumbuh. Barang dagangan mereka laris manis.

PELAKU usaha yang meramaikan jalur mudik adalah mereka yang tergabung dalam Rumah kreatif BUMN (RKB). Mereka adalah produsen langsung berbagai ragam produk yang bisa menjadi buah tangan saat kembali dari mudik. Bentuknya ada makanan kemasan, aksesoris. alas kaki hingga sandang.

Contohnya seperti Harti S (50), yang memproduksi rendang kemasan dengan merek Subana Bana Randang Padang. Dia UMKM binaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Harti sanggup menjual 80 kilogram (kg) rendang kemasan hanya dalam waktu tiga hari selama musim libur Lebaran kemarin.

Untuk omzet, 1 larti bisa meraup hingga ratusan juta. Usaha yang digeluti sejak 2006 ini memang sangat unggul dalam segi rasa original khas masakan Minang.

Dia mengaku, selama musim libur Lebaran penjualannya bisa naik hingga 50 persen. Produknya diburu oleh para pemudik dari luar Padang. "Selama bergabung dengan BNI. saya bersyukur karena selalu difasilitasi saat ikut pameran, dan produk saya sering dipromosikan." katanya kepada Rakyat Merdeka.

Tak hanya Harti. hal yang sama juga dirasakan Lusia (32), wanita asal Bekasi ini merupakan Founder Autik Ethnic Shoes. Dia pelaku UMKM yang memproduksi sepatu handmade berbahan kain khas Indonesia, seperti tenun, songket, ulos, dan batik.

Memasuki tahun keempat, usahanya semakin maju berkat pelatihan pengembangan produk dan pemasaran. '"Alhamdulillah bergabung dalam RKB binaan BNI banyak membantu dalam hal pemasaran. Banyak dikenal. Kita juga bisa berinovasi, sisa bahan digunakan sebagai aplikasi jaket, jeans dan kalung." ucapnya.

Di musim Lebaran kemarin dia mampu menjual lebih dari 300-500 pieces sepatu handmade. Menurutnya, saat mudik, orang ternyata tak hanya mencari oleh-oleh makanan, tapi juga mencari produk lainnya mulai dari sepatu hingga tas.

Saat ini dia mampu mencapai omzet kisaran Rp 30-50juta per bulan. Di Ramadan dan Lebaran, penjualannya bisa naik hingga 40 persen.

UMKM Binaan BNI lainnya, yaitu ABBA Cokelat asal Ban-jarbaru. Kalimantan Selatan. Pemilik ABBA Cokelat, Bobby. optimistis dengan produk andalan cokelat pasak bumi dan makanan tradisional.

"Biasanya akar pasak bumi dijual begitu saja. Tapi kami kombinasikan dengan cokelat karena saingannya belum ada. Kita buat pasar baru." terangnya.

Sejak 2017, Bobby mengaku banyak manfaat dari pembinaan yang dilakukan seperti pelatihan, serta sering dilibatkan dalam berbagai pameran baik lokal maupun di luar daerah. "Biasanya saat BNI promosi di daerah, kita dapat stan untuk promosi UKM, jadi makin banyak dikenal. Produk kita juga bisa ditemui di hotel-hotel, bandara dan toko oleh-oleh," katanya.

 

 

 



Sumber : rmco.id

UMKM RAUP RATUSAN JUTA